
Sudah tidak bisa dibantah lagi bahwa bisnis adalah sebuah permainan yang penuh dengan resiko. Resiko dalam bisnis tidak bisa dihilangkan. Tetapi yang perlu kita ingat adalah bahwa, resiko bisa dimanajemen. Inilah salah satu hal yang menjadi bagian dalam kegiatan bisnis, "
manajemen resiko". Sudah sering kita dengar, banyak pebisnis yang akhirnya jatuh dan bangkrut karena kesalahan manajemen. Bisnis yang berjalan dengan baik, dengan penjualan yang bagus, tetapi tidak mengalami perkembangan dan pertumbuhan secara siknifikan.
Namun, secara umum dan hampir sebagian kejatuhan dalam sebuah bisnis adalah disebabkan karena kesalahan manajemen emosi pelaku bisnisnya. Emosi yang tidak terkendali, sehingga membuat lawan bisnis dengan mudah mengambil alih kendali. Real konkritnya, penyebab paling besar jatuhnya sebuah bisnis seseorang adalah, 1. salah manajemen, dan 2. ditipu. Keduanya adalah kesalahan manajemen, manajemen keuangan, sistem kontrol, keuangan, dan manajemen diri pelaku usaha.
Beberapa saat yang lalu, saya menemukan sebuah kejadian dari salah seorang teman, yang baru saja kehilangan uangnya sebesar 27 juta dalam bisnis broker properti yang dijalaninya. Kebetulan beberapa saat sebelumnya teman saya juga mengajak saya dalam bisnis itu. Tetapi saya menolaknya, karena dalam aturan main saya, ada yang cacat dan janggal dalam beberapa hal. Kejadian itu menggelitik saya untuk mengingat kembali aturan dasar yang harus dipegang dalam bisnis broker. Ini berdasarkan pengalaman yang saya alami selama menjalani bisnis ini. Dan kebetulan, teman saya bercerita kepada saya dan menanyakan beberapa hal kepada saya. Jadi akhirnya saya harus mengingat kembali, aturan main yang saya pegang dalam menjalani bisnis broker atau trade ini agar tidak masuk dalam kesia-siaan dan apalagi sampai masuk dalam wilayah penipuan.
Inilah 4 aturan main dan paten yang harus kita pegang dalam menjalani bisnis broker. So, arahkan semua kegiatan bisnis trade atau broker dalam menemukan 4 hal ini:
1. Pembelinya jelas
2. Penjualnya jelas
3. Barangnya jelas
4. Akadnya jelas
Grubak, pasti anda pikir semuanya juga sudah tahu. Yap, memang semua orang sudah tahu. Tetapi di lapangan dan prakteknya, banyak hal yang membuat kita melupakan aturan main itu. Inilah yang membuat teman saya kehilangan uang 27 juta itu, lupa aturan main itu.
Pembelinya jelas, ini adalah kartu as anda. Jika anda sudah menemukan pembeli, kita sudah menemukan point yang paling penting. Pastikan bahwa pembeli memang benar-benar akan membeli atau memang benar-benar mencari barang/properti atau barang apa saja. Apakah pembeli tersebut bersedia mengeluarkan uang sebagai komitmennya atau tidak. Pastikan juga bahwa, pembeli anda adalah pembeli yang sebenarnya, bukan makelar atau broker juga. Negosiasi, bisnis adalah tentang komunikasi dan negosiasi.
Penjualnya jelas, maksudnya adalah apakah dia penjual yang sebenarnya atau seseorang dengan kuasa menjual, atau makelar/broker juga. Seringkali yang terjadi, penjual ternyata bukan pihak penjual yang sebenarnya. Yah, inilah dunia bisnis yang sesungguhnya.
Barangnya jelas, pastikan siapakah pemilik barangnya, status barangnya, kondisi barangnya, status kepemilikannya dan lain-lain. Sering terjadi juga, barang dijual oleh bukan pemiliknya, atau barangnya tidak memiliki status kepemilikan yang sah, status dalam sengketa, misalnya.
Akadnya jelas, jangan sampai begitu terjadi transaksi dan anda sudah berusaha keras membuat transaksi terjadi tetapi anda tidak mendapatkan apa-apa. Berapa komisi yang akan anda dapatkan? sepakati di awal.
Nah, saya pikir
4 hal paten dalam menjadi broker yang saya tuliskan di atas, sudah cukup memberikan gambaran, tentang apa yang harus dilakukan dalam bisnis broker ini. Broker adalah bisnis, jadi anda harus membuat sistemnya, termasuk sistem kerja dan lain sebagainya. Bagaimana, anda sedang menekuni bisnis broker? saran saya perhatikan 4 hal tersebut. Jangan sampai terjadi seperti teman sasa. Salam sukses untuk anda.
Read More >>