Thursday, October 29, 2015

Mau tidak mau, untuk sukses, orang harus menemukan dimana dia harus meng-ekspert-kan dirinya

Ya, untuk sukses, seseorang harus tahu dimana potensi terbaiknya. Ia harus ekspert dalam satu bidang tertentu. Kita tahu, bahwa manusia secara alami, memiliki keterbatasan-keterbatasan. TIdak semua bidang dapat dikuasai secara baik oleh semua orang.

Melihat dan menyadari keadaan itu, kita harus memilih suatu bidang yang dapat menjadi fokus kita dalam mengembangkan diri secara maksimal. Dan untuk memilih bidang tertentu, kita memerlukan serangkaian pengambilan keputusan yang kadang-kadang juga tidak mudah.

Bagian yang juga tak kalah penting adalah hal ini, yaitu cara memilih bidang yang kita ekspert i. Ada hal-hal yang dapat dijadikan pertimbangan sebelum memilih bidang tertentu.

Pertimbangan pertama adalah, apakah kita nyaman dengan bidang tertentu. Ini penting karena kita akan membawa kemanapun bidang itu beserta kita, bersama dengan nama kita, bersama dengan keberadaan kita. Hal ini berfungsi untuk mempermudah kita dalam menemukan orang-orang di luar sana yang akan mendukung dan memaksimalkan potensi terbaik kita itu.

Yang kedua, pertanyaan penting adalah, apakah bidang itu memang benar-benar potensi terbaik kita, dan bukan hanya dipaksakan untuk menjadi bidang yang akan kita ekspert i. Untuk itu perlu ada serangkaian uji untuk menilai apakah suatu bidang memang dapat menjadi bidang terbaik kita.

Misalnya kalo kita ingin sangat eksperti di bidang bisnis, ini salah satu contoh, akan sangat banyak bidang lain yang bisa dipilih, misalnya, jika seseorang hobi otomotif, mungkin saja bidang otomotif dapat menjadi pilihan. Pun juga bidang yang lain, burung, kesehatan, kesehatan tertentu, penyakit tertentu, komunitas, binatang tertentu atau bidang-bidang yang lain.

Misalnya bisnis, maka kita perlu mengerucutkan lagi kedalam bidang yang lebih spesifik, karena bisnis pun dapat mencakup banyak bidang. Misalnya kita dapat mengerucutkan lagi dalam bidang bisnis manajemen SDM, manajemen finansial dan perencanaan, atau bagian yang lainnya.

Lalu kita bisa mengerucutkan lagi dalam bidang bisnis apa? misalnya bisnis online. atau bidang yang lainnya.

Secara lebih sederhana misalnya dapat ditunjukkan dalam diagram sederhana berikut:

Kita => ekspert => bisnis => bisnis online => manajemen SDM => praktisi/teori

Praktisi atau teori maksudnya, apakah dalam pelaksanaannya kita menjadi praktisi yang mempraktekan dalam bisnis-bisnis kita, atau dapat menjadi konseptor yang merangkum nya dalam teori-teori yang akan kita ajarkan kepada orang lain yang membutuhkan. itu suatu hal yang dapat dipilih.

Anda dapat mengembangkan model-model seperti yang saya contohkan kepada model anda sendiri. dan akhirnya selamat menemukan bidang ekspert anda dan jadilah ekspert di bidang anda untuk mencapai kesuksesan yang luar biasa. Selamat pagi...

Thursday, September 10, 2015

Mengapa memulai usaha sendiri saat masih punya status pegawai?

Saat masih menjadi karyawan, mengapa harus berpikir untuk memulai usaha sendiri? Sudah jelas jawabannya, salah satunya adalah untuk meningkatkan penghasilan. Sudah lumrah dan alami, bahwa seberapapun penghasilan, manusia akan selalu merasa kurang. Ini tidak masalah. Memang idealnya harus meningkat, dengan begitu, kita bisa melakukan banyak hal yang bermanfaat dengan kapasitas yang lebih besar lagi dengan adanya penghasilan yang semakin besar. 

Tidak hanya itu, tuntutan untuk memulai usaha sendiri haruslah tetap dipikirkan walaupun berstatus karyawan. Kondisi ekonomi sekarang ini yang semakin tidak menentu, jadi ingat pada saat tulisan ini dibuat hari ini, dollar semakin menguat menindih rupiah. Sudah melewati angka 14 rb rupiah dan sepertinya akan terus menguat. Hal ini membuat ancaman PHK semakin besar saja di kalangan para pegawai. Perusahaan besar yang tergantung pasokan dari luar negeri juga sangat tergantung dengan dollar ini. 

Dengan memiliki usaha sendiri, ancaman PHK menjadi tidak terlalu besar menghantui anda. Saat anda keluar dari perusahaan anda, usaha sendiri yang telah lama dibangun telah siap menanti. Enak bukan. Dan siapa tahu, dengan fokus anda yang semakin besar karena di PHK, bisa membuat usaha itu semakin bisa menopang penghasilan anda. Beberapa usaha kecil sering kali lebih tidak tergantung dengan dollar dan krisis ekonomi global. 

Apakah ada alasan lain mengapa harus memulai usaha sendiri? tentu ada. Mari kita sharing disini. Sampai jumpa dengan tulisan saya selanjutnya. Terima kasih. 

Thursday, August 27, 2015

Pemula vs tidak pemula lagi dalam usaha

Di awal memulai usaha sendiri, kita butuh lebih banyak keberanian, mikirin resiko belakangan.
tapi..
Setelah tidak di awal, usaha itu permainan mengunci resiko. model berani aja dan terlalu banyak eksekusi ide akan menghabiskan energi. 
Fokus, sampai stepnya terlihat tidak serampangan. 

Ingin dikirim langsung ke email anda info dan update artikel terbaru? Isikan email anda disini!:

by FeedBurner